Tampilkan postingan dengan label laporan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laporan. Tampilkan semua postingan

24 Apr 2013

Contoh Laporan PKL SMK Teknik Komputer dan Jaringan BAB 1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Praktek Kerja Indutri (PRAKERIN) adalah suatu bentuk penyelenggaraan dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional. Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat dibentuk melalui tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu pengetahuan dan teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Melalui Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional tersebut. Dimana para siswa yang melaksanakan Pendidikan tersebut diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia industri. Tanpa diadakannya Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) ini kita tidak dapat langsung terjun ke dunia industri karena kita belum mengetahui situasi dan kondisi lingkungan kerja.
SMK merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan menyiapkan peserta didik untuk menjadi tenaga kerja yang terampil dan mengutamakan kemampuan
untuk melaksanakan pekerjaan tertentu. 
Pelaksanaan praktek kerja industri dilatar belakangi oleh beberapa ketentuan-ketentuan yaitu:
1.    Menerapkan teori pendidikan yang telah didapat
2.     Menghubungkan teori yang telah diperoleh dengan hasil praktek kerja lapangan
3.     Membuat analisa dan pengamatan terhadap hubungan antara teori dan kenyataan
4.     Mempelajari situasi kerja sesuai ilmu yang didapat
Adapun dasar pelaksanaan Prakerin yang telah di setujui oleh Pemerintah Pusat Sistem Pendidikan Nasional (SPN) pada tahun 2003 dan Program Pembangunan Nasional (PPN) pada tahun 2000 dan telah tercantum dalam Undang-Undang.
Adapun Undang-Undang yang mendasari pelaksanaan Prakerin adalah sebagai berikut:
1.    Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2.    Undang-Undang No.5 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional.
3.    Keputusan MENDIKBUD No.080/U/1993 tentang kurikulum SMK tentang penyelenggaraan pelakanaan pendidikan dilaksanakan pada 2 jalur yaitu pendidikan sekolah dan luar sekolah.
4.    Keputusan MENDIKBUD No.490/U/1992 Pasal 33 tentang kerjasama SMK dengan dunia Industri yang bertujuan untuk meningkatkan kesesuain program SMK.
5.    Peraturan Pemerintah (PP) No.39 Bab III pasal 4 butir 8 tentang peran serta masyarakat dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk magang atau latihan kerja.
1.2. Tujuan Prakerin
Kegiatan praktek kerja lapangan yang telah dilaksanakan untuk setiap siswa dan siswi merupakan program-program keahlian yang tentunya mempunyai tujuan yang telah direncanakan dan diharapkan dapat dicapai oleh siswa dan siswi. Adapun penyelenggaraan praktek kerja lapangan ini adalah untuk :
1.    Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkatpengetahuan dan etos kerja yang sesuai dengan ketentuan lapangan kerja.
2.    Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang berharga, dan memperoleh masukan serta umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian pendidikan dan kenyataan yang ada di lapangan.
3.    Meningkatkan pengetahuan siswa pada aspek-aspek usaha yang professional dalam lapangan kerja antara lain struktur organisasi, jenjang karir dan teknik.
4.    Mengimplotasikan antara pendidikan disekolah dan diluar sekolah.
5.    Untuk memperkenalkan siswa pada dunia usaha dan industri.
6.    Menumbuhkan dan meningkatkan sikap profisional yang di perlukan siswa untuk memasuki dunia usaha.
7.    Meluaskan wawasan dan Pandangan Siswa terhadap jenis-jenis pekerjaan pada tempat dimana Siswa melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
8.    Meningkatkan daya kreasi dan produktifitas terhadap siswa sebagai persiapan dalam menghadapi atau memasuki dunia usaha yang sesungguhnya.
9.    Membekali siswa dan siswi dengan pengalaman yang sebenarnya didalam dunia kerja sebagai persiapan guna menyesuaikan diri dengan dunia kerja dan masyarakat.
10.    Siswa dapat meningkatkan rasa percaya dirinya dalam memecahkan berbagai masalah atau kesulitan yang ditemuinya.
11.    Untuk merealisasikan pengetahuan yang didapat dari sekolah dengan pekerjaan yang didapat di tempat prakerin.
12.     Memperluas pandangan dan wawasan siswa terhadap jenis-jenis pekerjaan yang ada dibidang bersangkutan dan tempat praktek dengan segala persyaratan
1.3.    Manfaat Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
Adapun manfaat dari Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah sebagai berikut :
-    Dapat mengenali suatu pekerjaan industri dilapangan sehingga setelah selesai dari SMKN 1 LOEA dan terjun ke lapangan kerja industri dapat memandang suatu pekerjaan yang tidak asing lagi baginya.
-    Dapat menambah keterampilan dan wawasan dalam dunia usaha yang professional dan handal.
-    Untuk mengasa keterampilan yang telah diberikan disekolah dan juga sesuai dengan Visi dan Misi SMKN 1 LOEA.
-   
1.3. Tujuan Pembuatan Laporan
Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin) adalah hasil penulisan siswa setelah menyelesaikan Praktek Kerja Industri (Prakerin) berdasarkan data yang diperoleh dan dituangkan dalam bentuk tulisan ilmiah. Pembuatan laporan ini bertujuan agar :
1.    Siswa dan siswi mampu memahami,memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang didapat disekolah dan menerapkannya didunia kerja.
2.    Sebagai pertanggungjawaban siswa yang telah melaksanakan Tugas Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) yang berkaitan dengan program keahliannya masing-masing.
3.    Sebagai salah satu bukti bahwa siswa yang bersangkutan telah melakukan Praktek Kerja Industri (Prakerin).
4.    Siswa dan siswi dapat memahami cara-cara pembuatan suatu laporan praktek kerja lapangan.
5.    Agar siswa dan siswi dapat mencurahkan dan menuangkan pikiran serta segenap kemampuan kedalam tulisan.
6.    Siswa dan siswi dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan.
7.    Menambah perbeendaharaan perpustakaan sekolah dan dapat menunjang bagi siswa angkatan berikutnya.
8.    Sebagai bukti nyata bahwa kami telah melaksanakan praktek kerja lapangan.
Read more ...

Contoh Laporan PKL SMK Teknik Komputer dan Jaringan Part 1

HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Pelaksanaan  Hasil Praktik Kerja Industri Oleh :

1.    LAODE SANTILA        NIS. 069
2.    FERDIANSYAH            NIS. 062
3.    GINANJAR            NIS. 064
4.    SYAHRIL                NIS. 088


Telah diperiksa dan disetujui untuk mengikuti Seminar Hasil Prakerin

Penanggo Jaya, 22 April 2013

Ketua Jurusan                        Pembimbing,



Yusran A. Tjappe SE                   
NIP.                            NIP.

Mengetahui :
Kepala SMKN 1 Loea



Drs. Damianus Ramang
      NIP. 19621010 198903 1 029




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan laporan praktek kerja industri. Diajukan guna untuk memenuhi salah satu syarat untuk mengikuti uji kompetesi.
Secara umum isi paparan praktek kerja industri ini memuat semua latar tentang alur dan penyelenggaraan ketika dalam masa praktek kerja lapangan.
Penulis menyadari akan segala kekurangannya, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyajian laporan, serta pembahasan yang tentunya masih memerlukan penyempurnaan maka dalam kesempatan ini penulis dengan terbuka menerima kritikan dan saran-saran yang konstruktif demi tercapainya penulisan yang sempurna.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga laporan praktek kerja lapangan ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Semoga hasil dari laporan praktek kerja industri ini memberikan paparan yang sesuai dengan yang di tugaskan dan juga bermanfaat bagi pengembangan praktek kerja industri.

Kendari,  22  April 2013


Penyusun






DAFTAR ISI

Halaman Judul
Lembar Pengesahan (pihak industri)    ii
Lembar Pengesahan (pihak sekolah)    iii
Kata Pengantar    iv
Daftar Isi    vi
Daftar Gambar   
Daftar Tabel   

     BAB I PENDAHULAN
            1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)    1
            1.2 Tujuan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)    2
            1.3 Manfaat Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)    3
            1.3 Tujuan Pembuatan Laporan    4


BAB II TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
            2.1. Gambaran Umum Perusahaan    5
            2.2. Struktur Organisasi    6

BAB III PELAKSANAAN
            3.1 Waktu dan Tempat PRAKERIN    7
            3.2 Kompetensi Yang Dilaksanakan    7

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
            4.1 Pengertian Sistem Operasi    8
4.2 Penginstalan Sistem Operasi Windows 7    8

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan    18
5.2 Saran    18

DAFTAR PUSTAKA    19
LAMPIRAN    20
Read more ...

6 Feb 2013

Contoh Laporan PKL BAB 2



BAB  II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.      Gambaran Umum Lokasi  Magang (PKL)
            Kendari IT Center merupakan salah satu toko yang bergerak di bidang perniagaan komputer dan gadget. Kendari IT Center ini merupakan cabang dari Merkurius Computer Network, yang dikenal dengan nama MCN, berlokasi di
Read more ...

5 Feb 2013

Contoh Laporan PKL BAB 3



BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Dengan selesainya penulisan laporan PKL, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1.        Dengan adanya PKL ini merupakan salah satu keuntungan bagi mahasiswa-mahasiswi karena dapat mengikuti keterampilan di bidang tenaga kerja.
2.       PKL mendapat gambaran tentang situasi yang sebenarnya pada mahasiswa yang mengakhiri kuliahnya guna mempersiapkan diri agar tidak kaku bila nanti terjun kedunia industri.
3.            
Read more ...

Contoh Laporan PKL BAB 1



BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang PKL
Dengan diwajibkannya mahasiswa untuk melakukan praktek kerja lapangan (PKL) dimana setelah pelaksana kegiatan tersebut mahasiswa diwajibkan untuk
Read more ...

28 Des 2011

makalah agama islam tentang akhlak (akidah sebagai dasar pendidikan akhlak)


Created : Drs. Abd. Rohim
School : PAsca STAIN Cirebon
Editor : anakciremai.blogspot.com

AKIDAH SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN AKHLAK

Dasar pendidikan akhlak bagi seorang muslim adalah akidah yang benar terhadap alam dan kehidupan, karena akhlak tersarikan dari akidah dan pancaran dirinya. Oleh karena itu, jika seseorang berakidah dengan benar, niscaya akhlaknya pun akan benar, baik dan lurus. Begitu pula sebaliknya, jika akidah salah dan melenceng maka akhlaknya pun akan tidak benar.
Akidah seseorang akan benar dan lurus jika kepercayaan dan keyakinannya terhadap Allah juga lurus dan benar. Karena barang siapa mengetahui Sang Penciptanya dengan benar, niscaya ia akan dengan mudah berperilaku baik sebagaimana perintah Allah. Sehingga ia tidak mungkin menjauh atau bahkan meninggalkan perilaku-perilaku yang telah ditetapkan-Nya.
Adapun yang dapat menyempurnakan akidah yang benar terhadap Allah adalah berakidah dengan benar terhadap malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para Rasul dan percaya kepada Rasul-rasul utusan-Nya yang mempunyai sifat jujur dan amanah dalam menyampaikan risalah Tuhan Mereka.
Keyakinan terhadap Allah, Malaikat, Kitab, dan para Rasul-rasul-Nya berserta syariat yang mereka bawa tidak akan dapat mencapai kesempurnaan kecuali jika disertai dengan keyakinan akan adanya hari Ahkir dan kejadian-kejadian yang menggiringnya seperti hari kebangkitan, pengmpulan, perhitungan amal dan pembalasan bagi yang taat serta yang durhak dengan masuk surga atau masuk neraka.
Di samping itu, akidah yang benar kepada Allah harus diikuti pula dengan akidah atau kepercayaan yang benar terhadap kekuatan jahat dan setan. Merekalah yang mendorong manusia untuk durhaka kepada Tuhannya. Mereka menghiasi manusia dengan kebatilan dan syahwat. Merekalah yang merusak hubungan baik yang telah terjalin di antara sesamanya. Demikianlah tugas –tugas setan sesuai dengan yang telah digariskan Allah dalam penciptaannya, agar dia dapat memberikan pahala kepada orang-orang yang tidak mengikuti setan dan menyiksa orang yang menaatinya. Dan semua ini berlaku setelah Allah memerpingatkan umat manusia dan mengancam siapa saja yang mematuhinya setan tersebut.
Pendidikan akhlak yang bersumber dari kaidah yang benar merupakan contoh perilaku yang harus diikuti oleh manusia. Mereka harus mempraktikannya dalam kehidupan mereka, karena hanya inilah yang akan mengantarkan mereka mendapatkan ridha Allah dan akan membawa mereka mendapatkan balasan kebaikan dari Allah.
Ketidakberesan dan adanya keresahan yang selalu menghiasi kehidupan manusia timbul sebagai akibat dari penyelewengan terhadap akhlak –akhlak yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Penyelewengan ini tidak akan mungkin terjadi jika tidak ada kesalahan dalam berakidah, baik kepada Allah. Malikat, rasul, kitab-kitab-Nya maupun hari Akhir.
Untuk menjaga kebenaran pendidikan akhlak dan agar seseorang selalu dijalan Allah yang lurus, yaitu jalan yang sesuai dengan apa yang telah digariskan-Nya, maka akidah harus dijadikan dasar pendidikan akhlak manusia.

DEFINISI AKHLAK

1.Menurut Imam Abu Hamid Al-Gazali
Kata al-khalq ‘Fisik’ dan al-khuluq ‘akhlak’ adalah dua kata yang sering dipakai bersaman. Seperti redaksi bahasa arab ini, fulaan husnu al-khalq wa al-khuluq yang artinya “si fulan baik lahirnya juga batinnya”. Sehingga yang dimaksud dengan kata “al-khalaq” adalah bentuk lahirnya. Sedangkan al-khuluq adalah bentuk batinnya.
Hal ini karena manusia tersusun dari fisik yang dapat dilihat dengan mata kepala, dan dari ruh yang dapat ditangkap dengan batin. Masing-masing dari keduanya memiliki bentuk dan gambaran, ada yang buruk ada pula yang baik. Dan ruh yang ditangkap oleh mata batin itu lebih tinggi nilainya dari fisik yang ditangkap dengan penglihatan mata. Yang dimaksud dengan ruh dan jiwa di sini adalah sama.
Kata al-khuluq merupakan suatu sifat yang terpatri dalam jiwa, yang darinya terlahir perubahan-perubahan dengan mudah tanbpa memikirkan dan merenung terlebih dahulu.
Jika sifat yang tertanam itu darinya terlahir perbuatan-perbuatan baik dan terpuji menurut rasio dan syariat, maka sifat tersebut dinamakan akhlak yang baik. Sedangkan jika yang terlahir adalah perbuatan-perbuatan buruk, maka sifat tersebut dinamakan dengan akhlak yang buruk.
Al-khuluq adalah suatu sifat jiwa dan gambaran batinnya. Dan sebagaimana halnya keindahan bentuk lahir manusia secara mutlak tak dapat terwujud hanya dengan keindahan dua mata, dengan tanpa hidung, mulut dan pipi. Sebaliknya, semua unsur tadi harus indah sehingga terwujudlah keindahan lahir manusia itu. Demikian juga, dalam batin manusia ada empat rukun yang harus terpenuhi seluruhnya sehingga terwujudlah keindahan khuluq “akhlak”. Jika keempat rukun itu terpenuhi, indah dan saling bersesuaian, maka terwujudlah keindahan akhlak itu. Keempat rukun itu antara lain:
1)Kekuatan ilmu
2)Kekuatan marah
3)Kekuatan syahwat
4)Kekuatan mewujudkan keadilan di antara tiga kekuatan tadi

1)Kekuatan Ilmu
Keindahan dan kebaikannya adalah dengan membentuknya hingga menjadi mudah mengetahui perbedaan antara juur dan dusta dalam ucapan, antara kebenaran dan kebatilan dalam beraqidah, dan antara keindahan dan keburukan dalam perbuatan.
Jika kekuatan ini telah baik, maka lahirlah buak hikmah, dan hikmah itu sendiri adalah puncak akhlak yang baik. Seperti difirmankan Allah SWT.,
“…..Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak ….” (Al-Baqarah: 269).
2)Kekuatan marah
Keindahannya adalah jika mengeluarkan marah itu dan penahannya sesuai tuntutan hikmah.
3)Kekuatan syahwat
Keindahan dan kebaikannya adalah jika ia berada di bawah perintah hikmah. Maksudnya perintah akal dan syariat.

4)Kekuatan mewujudkan keadilan di antara tiga kekuatan tadi
Adalah kekuatan dalam mengendalikan syahwat dan kemarahan di bawah perintah akal dan syariat.
Perumpamaan akal adalah seperti seorang pemberi nasihat dan pemberi petunjuk
Kekuatan keadilan adalah kemampuan, dan perumpamaannya adalah seperti pihak yang menjadi pelaksana dan pelaku bagi perintah akal.
Dan kemarahan adalah tempat yang padanya dilaksanakan perintah tadi itu. Perumpamaannya adalah seperti anjing pemburu, yang perlu dilatih, sehingga gerak-geriknya sesuai dengan perintah, bukan sesuai dengan dorongan syahwat dirinya.
Sementara perumpamaan syahwat adalah seperti kuda yang ditunggangi untuk mencari hewan buruan, yang terkadang jinak dan menuruti perintah, dan terkadang pula binal.
Siapa yang dapat mewujudkan kesimbangan unsur-unsur tadi, ia pun menjadi sosok yang berakhlak baiks secara mutlak. Sementara orang yang hanya dapat mewujudkan keseimbangan sebagian unsur itu saja, maka ia menjadi orang yang berakhlak baik jika dilihat pada segi yang baik itu saja, seperti orang yang sebagian wajahnya indah, sementara sebagian lainnya buruk.
Keindahan kekuatan kemarahan dan keseimbangannya digambarkan dengan keberanian
Keindahan kekuatan syahwat dan keseimbangannya digambarkan dengan sifat iffah menjaga kesucian diri
Jika kekuatan marah seseorang cenderung ke arah bertambah maka ia dinamakan dengan tahwwur ‘sembrono’. Sedangkan, jika cenderung melemah dan berkurang maka dinamakan pengecut. Jika kekuatan syahwat cenderung bertambah maka ia dinamakan serakah, sedangkan jika cenderung melemah dan berkurang dinamakan statis.
Yang terpuji adalah sikap seimbang yang merupakan keutamaan, sedangkan dua sikap yang cenderung bertambah dan melemah adalah dua hal yang tercela. Sedangkan keadilan, jika ia terluput maka ia tak mempunyai dua sisi ekstrem, berlebihan atau kurang, tapi ia mempunyai satu lawan dan antonimnya, yaitu kezaliman.
Sementara hikmah, tindakan menguranginya ketika menggunakannya dalam perkara-perkara yang tidak baik dinamakan kebusukan dan kerendahan. Sementara tindakan berlebihan padanya dinamakan kedunguan. Maka sikap pertengahannyalah yang dinamakan dengan hikmah. Dengan demikian, pokok-pokok utama akhlak ada empat, yaitu: Hikmah, keberanian, iffah, menjaga kesucian diri, dan keadilan.
Hikmah adalah kondisi kekuatan kemarahan yang tunduk kepada akal, dalam maju dan mundurnya.
Kesucian diri adalah melatih kekuatan syahwat dengan kendali akal dan syariat.
Keadilan adalah kondisi jiwa dan kekuatannya memimpin kemarahan dan syahwat, dan membimbingnya untuk berjalan sesuai dengan tuntutan hikmah, juga memegang kendalinya dalam melepas dan menahannya, sesuai dengan tuntutan kebaikan. Dari keseimbangan pokok-pokok tersebut, terwujudlah seluruh akhlak yang mulia.


2.Menurut Muhammad bin Ali Asy-Syariif al-Jurjani
Al-Jurjani mendefinisikan akhlak dalam bukunya, at-Ta’rifat sebagai berikut:
“Khlak adalah istilah bagi sesuatu sifat yang tertanam kuat dalam diri, yang darinya terlahir perbuatan-perbuatan dengan mudah dan ringan, tanpa perlu berfikir dan merennung. Jika sifat tersebut terlahir perbuatan-perbuatan yang indah menurut akal dan syariat, dengan mudah, maka sifat tersebut dinamakan dengan akhlak baik. Sedangkan jika darinya terlahir pebuatan-perbuatan buruk, maka sifat tersebut dinamakan akhlak yang buruk”
kemudian Al-Jurjani kembali berkata “Kami katakan akhlak itu sebagai suatu sifat yang tertanam kuat dalam diri, karena orang yang mengeluarkan derma jarang-jarang dan kadang-kadang saja, maka akhlaknya tidak dinamakan sebagai seorang dermawan, selama sifat tersebut tak tertanam kuat dalam dirinya.
Demikian juga orang yang berusaha diam ketika marah, dengan sulit orang yang akhlaknya dermawan, tapi ia tidak mengeluarkan derma. Dan hal itu terjadi kemungkinan karena ia tidak punya uang atau karena ada halangan.
Sementara bisa saja ada orang yang akhlaknya bakhil, tapi ia mengeluarkan derma, karena ada suatu motif tertentu yang mendorongnya atau karena ingin pamer
Dari pemaparan tadi tampak bahwa ketika mendefinisikan akhlak, al-Jurjani tidak berbeda dengan definisi Al-Ghazali. Hal itu menunjukan bahwa kedua orang ini mengambil ilmu dari sumber yang sama, dan keduanya juga tidak melupakan Hadits yang menyifati akhlak yang baik atau indah bahwa akhlak adalah apa yang dinilai oleh akal dan syariat.

3.Menurut Ahmad bin Musthafa (Thasy Kubra Zaadah)
Ia seorang ulama ensiklopedia – mendefinisikan akhlah sebgai berikut; “Akhlak adalah ilmu yang darinya dapat diketahui jenis-jenis keutamaan. Dan keutamaan itu adalah terwujudnya keseimbangan antara tiga kekuatan, yaitu; kekuatan berfikir, kekuatan marah, kekuatan syahwat.
Dan masing-masing kekuatan itu mempunyai posisi pertengahan di antara dua keburukan, yakni sebagai berikut:
Hikmah, merupakan kesempurnaan kekuatan berfikir, dan posisi pertengahan antara dua keburukan, yaitu: kebodohan dan berlaku salah. Yang pertama adalah kurangnya Hikmah, dan yang kedua adalah berlebihan.
Keberanian. Adalah kesempurnaan kekuatan amarah dan posisi pertengahan antara dua keburukan, yaitu kebodohan dan berlaku salah. Yang pertama adalah kurangnya keberanian dan yang kedua adalah berlebihan keberanian.
Iffah adalah kesempurnaan kekuatan sahwat dan posisi pertengahan antara dua keburukan, yaitu kestatisan dan berbuat hina. Yang pertama, adalah kurangnya sifat tersebut, sedangkan yang kedua adalah berlebihnya sifat tersebut.
Ketiga sifat ini, yaitu Hikmah, keberanian dan iffah, masing-masing mempunyai cabang, dan masing-masing cabang tersebut merupakan tersebut merupakan posisi pertengahan anatara dua keburukan. Sedangkan sebaik perkara adalah pertengahnnya. Dan dalam ilmu akhlak disebutkan penjelasan detail tentang hal-hal ini.
Kemudian cara pengobatannya adalah dengan menjaga diri untuk tidak keluar posisi dari posisi pertengahan, dan terus berada di posisi pertengahan itu
Topik ilmu ini adalah insting – insting diri, yang membuatnya berada di posisi petengahan antara sikap mengurangi dan berlebihan
Para ahli Hikmah berkata kepada Iskandar, “Tuan raja, hendaknya anda bersikap pertengahan dalam segala perkara. Karena berlebihan adalah keburukan sedangkan mengurangi adalah kelemahan”
Manfaat ilmu ini adalah agar manusia sedapat mungkin menjadi sosok yang sempurna dalam perbuatan-perbuatannya, sehingga di dunia ia berbahagia dan di akherat menjadi sosok yang terpuji

4.Menurut Muhammad bin Ali al-Faaruqi at-Tahanawi
Ia berkata, “Akhlak adalah keseluruhannya kebiasaan, sifat alami, agama, dan harga diri
Menurut definisi para ulama, akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam diri dengan kuat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa diawalai berfikir panjang, merenung dan memaksakan diri. Sedangkan sifat-sifat yang tak tertanam kuat dalam diri, seperti kemarahan seorang yang asalnya pemaaf, maka ia bukan akhlak. Demikian juga, sifat kuat yang justru melahirkan perbuatan-perbuatan kejiwaan dengan sulit dan berfikir panjang, seperti orang bakhil. Ia berusaha menjadi dermawan ketika ingin di pandang orang. Jika demikian maka tidaklah dapat dinamakan akhlak.
Segala tindakan mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu seperti Qudrat ‘kemampuan’ berbeda dengan dudrat, yaitu ia tidak wajib ada bersama makhluk ketika ia mengerjakan sesuatu seperti wajibnya hal itu menurut para ulama Asy’ari dalam masalah Qudrat
Kemudian at-Tahanawi berkata,
“Akhlah terbagi atas hal sebagai berikut
Keutamaan, yang merupakan dasar bagi apa yang sempurna
Kehinaan, yang merupakan dasar bagi apa yang kurang
Dan selain keduanya yang menjadi dasar bagi selain kedua hal itu”
Penjelasannya adalah bahwa jiwa yang mampu berbicara, ketika berkaitan enggan fisik dan Pengendalian atas fisik, serta memerlukan tiga kekuatan
Pertama, kekuatan yang mampu memikirkan apa yang dibutuhkan dalam membuat perencanaan dan aturan. Yang dinamakan dengan kekuatan akal, kekuatan berbicara, insting, dan jiwa yang tenang dan dikatakan pula sebagai kekuatan yang menjadi dasar untuk memahami hakikat-hakikat, keinginan untuk memperhatikan akibat-akibat setiap perbuatan, dan membedakan antara yang mendatangkan manfaat dan mengasilkan kerusakan.
Kedua, kekuatan yang mendorong seseorang untuk mendapatkan apa yang memberi manfaat bagi fisiknya dan cocok dengannya, seprti makanan, minuman dan lainnya, dan hal itu dinamakan dengan kekuatan syahwat, unsur hewani dan nafsu amarah
Ketiga, kekuatan yang dapat menghindari seseorang dari sesuatu yang dapat merusak dan membuat pedih tubuhnya, dan hal itu dikatakan pula sebagai dasar untuk maju dalam keadaan sulit, dan pendorong untuk berkuasa dan meningkatkan derajat diri. Kekuatan ini dinamakan dengan kekuatan amarah dan ganas, serta nafsu lawwanah.
Kemudian ia berkata bahwa dari keseimbangan kondisi kekuatan instingtif lahirlah Hikmah, Hikmah itu adalah suatu keadaan kekuatan akal praktis yang berada pada posisi pertengahan antara berfikir terlalu mengkhayal kondisi berlebih dari kekuatan ini, yaitu ketika seseorang menggunakan kekuatan pemikiran untuk memikirkan apa yang tak seharusnya dipikirkan, seperti perkara-perkara yang mustasyaabihat ‘samat’ dan bentuk yang tak seharusnya sperti menyalahi syariat. Dan antara kebodohan dan kedunguan yang merupakan kondisi kekurangan Hikmah, yaitu ketika seseorang mematikan kekuatan berfikirnya secara sengaja. Dan berhenti dari mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat.
Keseimbangan kekuatan syahwat melahirkan sifat iffah menjaga kesucian diri iffah itu sendiri adalah kekuatan syahwat yang moderat antara bertindak berlebihan dan melanggar etika sifat kurangnya berarti jatuh dalam terus mengikuti dorongan merasakan kelezatan apa yang ia senangi, dengan kesatisan sifat lebihnya iffah yang merupakan kondisi vakum dari usaha mendapatkan kelezatan sesuai dengan kadara yang diperbolehkan akal dan syariat. Dalam sifat iffah tersebut nafsu syahwat tunduk terhadap kekuatan Pikiran
Kesimbangan kekuatan marah melahirkan keberanian. Keberanian itu adalah suatu kondisi kekuatan marah, yang bersifat moderat antara tindakan sembrono yang merupakan kondisi berani yang berlebihan yaitu maju untuk melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan dengan sifat pengecut, sikap khawatir atas apa yang tak seharusnya dikhawatirkan, dan ia adalah kondisi kurang berani.
Dalam kekuatan keberanian ini, sifat buas menjadi tunduk kepada kekuatan berfikir, sehingga maju dan mundurnya kekuatan ini sesuai dengan pertimbangan pemikiran, tanpa mengalami kebingungan ketika menghadapi masalah-masalah besar, dan karena itu perbuatannya menjadi indah dan kesabarannya menjadi terpuji.
Jika keutamaan yang tiga itu bercampur, maka terjadilah dari percampuran itu kondisi yang sama, yaitu keadilan. Karena hal ini, maka keadilan digambarakan sebagai sikap tengah atau moderat, dan itulah yang dimaksud dengan Sabda Rasulullah sawa ini
“Paling baik perkara adalah yang pertengahan”
Kemudian at-Tahanawi meneruskan perkataannya, dan ia pun berbicara tentang akhlah yang agung, ia berkata bahwa akhlak agung bagi para shalihin adalah berpaling daru dua semesta, dan menghadap hanya kepada Allah semata secara total.
Al-Wasithi berkata bahwa akhlak yang agung adalah tidak memusuhi dan tidak dimusuhi
Athaa berkata bahwa akhlak yang agung adalah melepaskan pilihan dan penolakannya atas segala kesulitan dan cobaan yang diturunkan Allah SWT.
Akhlak yang agung bagi Nabi SAW adalah yang disinyalir dalam firman Allah SWT
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar-benar berbudi pekerti yang agung” (al-Qalam:4) dans sesuai yang dikatakan oleh Aisyah r.a bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur'an, yang bertindak sesuai dengan Al-Qur'an dan telah tertanam kuat dalam diri, sehingga beliau menjalaninya tanpa kesulitan.


5.Kesimpulan
Para ulama Islam yang menulis tentang akhlak itu menjelaskan bahkan menkankan pa yang diperhatikan oleh para penulis barat, yaitu bahwa akhlak yang baik adalah apa yang dinilai baik oleh akal dan syariat. Sedangkan akal saja tak cukup untuk menilai baik dan buruknya suatu perbuatan. Oleh karena itu, Allah mengutus para Rasul dan menurunkan pertimbangan (Kitab Suci) bersama mereka yang memperlakukan manusia dengan penuh keadilan
Demikianlah, ukuran akhlak yang baik jika sesuai dengan syariat Allah. Berhak mendapatkan ridha-Nya dan dalam memegang akhlak yang baik ini sambil memperhatikan pribadi, keluarga, dan masyarakat, sehingga di dalamnya terdapat kebaikan dunia dan akherat
Sub judul ini berbicara tentang segi etimologi pendidikan akhlak, maka kami masih perlu penjelasan dimensi-dimensi maknawi bagi pendidikan bagi pendidikan akhlak ini. 
Read more ...

Terima kasih atas kunjungan Anda

Saya Bukan blogger sukses dan bukan ahli SEO.
Saya sedang meneliti dan mencoba berbagi tips, trik, dan cara tentang seo dan blog dan yang berhubungan dengan hal tersebut.
Jika ada kesalahan informasi dalam konten, mohon sampaikan agar secepatnya saya perbaiki.
Beberapa artikel mengenai makalah, laporan, pascal merupakan curhatan dari tugas kuliah saya dahulu.
Copyright 2014, Rezkyjoe. Designed By Seo Blogger Templates