Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah. Tampilkan semua postingan

22 Apr 2013

Makalah Perangkat Keras Komputer

Makalah Perangkat Keras Komputer
PERANGKAT KERAS KOMPUTER DAN INTERNET
1.1 SELUK BELUK DAN PERKEMBANGAN
INTERNET
A. LOKAL AREA NETWORK (LAN)

Pada awalnya jaringan komputer dilakukan pada jaringan yang sangat terbatas
yakni dengan menggunakan dua buah komputer. Kemudian berkembang lebih luas
pada komplek perkantoran, gedung, sekolah yang dikenal dengan jaringan Lokal
atau local area network (LAN)
LAN membentuk pola kerja kelompok atau workstation. LAN memungkinkan praktisi
komputer dapat melaukan penggunakan bersama-sama dan dapat saling
berkomunikasi menggunakan e-mail, forum diskusi, dan sebagainya
Untuk mempermudah dalam pola hubungan antara satu komputer dengan komputer
yang lainnya, Local Area Network (LAN) memiliki beberapa pola yang disebut
Topologi Jaringan.
Topologi Jaringan dibedakan menjadi dua macam, yaitu topologi fisik dan
topologi logika. Topologi fisik adalah topologi aktual dengan kabel-kabel
sebagai media jaringan. Topologi fisik yang ada pada saat ini antara lain:
Topologi Bus, Topologi Star, topologi ring, topologi hirarki dan topologi MESH;
sedangkan topologi logika jaringan yang menggambarkan proses host-host saling
berhubungan antara yang satu dengan yang lain. Ada dua tipe topologi logika,
yaitu topologi broadcast dan token passing.
B. WIDE AREA NETWORK (WAN)
Perkembangan dan kebutuhan atas informasi dan komunikasi menuntut komputer
yang digunakan dapat berhubungan secara luas sehingga terbentuk Metropolitan
Area Network (MAN). Perkembangan kebutuhan yang lebih luas lagi diperlukan
jaringan yang lebih luas juga sehingga digunakan Wide Area Network (WAN).
Jadi, MAN dan WAN merupakan perpaduan antara LAN yang stimultan.
Jaringan WAN dapat mencapai antarpulau, antarnegara, bahkan antar benua. WAN
biasanya menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat Lunak (software)
tertentu.
C. MANFAAT INTERNET
Tingginya mobilitas penggunaan internet menuntut jaringan internet yang lebih
fleksibel, sehingga seseorang yang sering bepergian tetap dapat mengakses
internet walaupun di dalam mobil yang sedang berjalan. Untuk memenuhi
kebutuhan tersebut dikembangkan jaringan tanpa kabel (nirkabel) seperti
telepon seluler. Jaringan ini dikenal sebagai jaringan internet tanpa kabel
(nirkabel) yang dikenal dengan Wireless Aplication Protocol (WAP). WAP dalam
beroperasi dapat menggunakan bantuan telepon seluler sebagai sarana
penghubung.
Pemakai komputer atau User dapat melakukan banyak hal melalui intenet,
seperti:
1. Mencari Informasi (hosting)
2. Belanja (e-commerce)
3. Berkirim surat (e-mail)
4. Mengobrol (chatting, dan
5. Research dengan intenet.
1.2 MENDESKRIPSIKAN FUNGSI PERANGKAT KERAS YANG DIGUNAKAN UNTUK AKSES
INTERNET.
PERANGKAT KERAS INTERNET
Jika memungkinkan hardware yang digunkan memiliki spesifikasi high-end
seperti:
1. Pentium 4 (4 GHz)
2. RAM 512
3. Hard disk 60 GB
4. VGA Card 256 MB
5. CD-RW
6. Monitor LCD
7. UPS
8. Printer Laser
9. Modem
10. Hub atau Switching
11. Repeater
12. Bridge
13. Router
1.3 DESKRIPSI PERAN INTERNET SERVICE PROVIDER (ISP)
A. CARA MEMILIH ISP
Beberapa hal yang diperhatikan dalam memilih ISP, agar akses internet tidak
mengalami gangguan adalah:
1) Kapasitas Bandwith
2) Kapasitas jaringan
3) Akses pulsa lokal
4) Kehandalan dan keamanan jaringan
B. TELKOMNET ISTAN
Salah satu ISP yang instan tanpa berlangganan yaitu Telkom, yang menyediakan
Telkomnet@instan. Dalam menggunakan telkomnet@intan, biaya pemakaian jasa
internet dihitung berdasarkan pulsa telepon dan langsung dimasukkan ke dalam
rekening tagihan telepon.
1.4 MENDESKRIPSIKAN USER ID DAN PASSWORD
A. USER ID DAN PASSWORD
User ID adalah identitas pengguna komputer. User adalah nama, nomor atau
identitas yang dimiliki dan yang berhak untuk menggunakan komputer.
B. DOMAIN NAME SERVICE (DNS)
DNS Merupakan pengembangan sistem alamat host-host yang lebih dimengerti
pemakai komputer. Setiap DNS memiliki dua buah identitas, yaitu IP address
numeric dan host name. Host name merupakan nama yang mudah diingat, seperti
Erlangga.co.id.
C. HIRARKI DNS
Semua data DNS diurutkan dengan nama atau domain tertentu yang berakhiran
sesuai dengan bidang masing-masing. Misalnya
.com bidang komersial
.edu bidang pendidikan
.net penyedia jasa network
.org organisasi nonkomersil
.int organisasi Intenasional
BROWSER INTERNET
2.1 MENDESKRIPSIKAN CARA AKSES INTERNET
A. IDENTIFIKASI INTERNET EXPLORER
Pada bab 1 telah dibahas bahwa untuk mengakses internet sesudah berlangganan
dengan Internet Service Provider (ISP) diperlukan perangkat lunak (Software)
berupa browser internet.browser yang populer adalah Internet Explorer dan
Mozilla. Internet Explorer adalah software yang paling banyak digunakan dan
merupakan produk dari Microsoft Corporation.
Untuk mengaktifkan Internet Explorer, komputer tidak harus terhubung ke
internet. Internet Explorer dapat diaktifkan walaupun komputer tidak sedang
mengakses halaman website.
B. MENGGUNAKAN FASILITAS INTERNET EXPLORER
a. Menggunakan Tool Search
Untuk mengadakan pencarian poer topik dengan Internet Explorer, langkah yang
dilakukan setelah Internet Explorer aktif adalah sebagai berikut:
1. Klik tool Search, sehingga tampil jendela pencarian.
2. Klik Search this compute for file, untuk mengadakan pencarian pada
komputer.
3. pilih dan klik Picture, music, or video.
4. pilih pictures and photos
5. klik search
b. Tool Favorites
Untuk mengorganisasi dokumen-dokumen website kedalam komputer dengan
menggunakan Favorites.
c. Tool Media
Tool Media digunakan untuk menampilkan dokumen-dokumen media seperti video,
radio, atau sejenisnya.
d. Tool History
Tool History digunakan untuk melihat perkembangan atau alur penjelajahan yang
dilakukan.
e. Tool Mail
Tool ini digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan surat elektronik atau
e-mail, seperti mengirim surat, dan mendokumentasi surat.
C. MENDESKRIPSIKAN PELAYANAN WORL WIDE WEB (WWW) SEBAGAI SUMBER INFORMASI
World Wide Web (WWW) atau biasa disingkat dengan nama web merupakan fasilitas
internet yang sangat penting. Fasilitas www dapat mengakses bermacam-macam
bentuk seperti teks, animasi, grafik, suara, dan video.
D. MENDESKRIPSIKAN PENGERTIAN URL DAN HOMEPAGE
Uniform Resources Locator (URL) merupakan alamat website atau situs internet.
Letak URL ada pada kotak address (alamat) pada browser
Setiap URL menggunakan nama yang unik dalam penulisannya, secara umum memiliki
sintak atau aturan PROTOKOL://NAMA_INTERNET.DOMAIN. Protokol internet data
berupa HTTP, FTP,NEW, atau GOPHER.
E. MENDESKRIPSIKAN HYPERTEXT DAN HTML
Halaman Website memiliki pola tersendiri dalam pengisian teks dan gambar. Teks
yang digunakan merupakan Hypertext Markup Languange (HTML) atau txt, sekaligus
digunakan sebagai extensi dari file yang bersangkutan. HTML merupupakan format
yang disepakati untuk penulisan halaman website. Sedangkan gambar adalah yang
berektensi jpg, bmp, dan gif.
F. MENGENAL BEBERAPA SITUS YANG MENYEDIAKAN FASILITAS SEARCH ENGINE
A. Search Engine Yahoo
Yahoo merupakan mesin pencari yang pertama. Hampir 60% pengguna internet
mengakses Yahoo. Disamping merupkan mesin pencari tertua, tampilan homepagenya
mudah dipahami dan sangat terorganisir. Sebagai situs tertua Yahoo memiliki
banyak pelanggan, setiap browsing seseorang cenderung untuk membuka situs ini.
Untuk menjalankan yahoo.com pastikan bahwa anda sudah berada di dalam Internet
Explorer. Untuk mengaktifkan Search engine Yahoo, caranya tinggal ketik
yahoo.com pada alamat URL Internet Explorer dan tunggu beberapa saat maka akan
muncul website Yahoo.com. menggunakan mesin pencari ini sangat mudah bahkan
bagi orang yang baru kenal internet sekalipun akan dengan mudah menggunakan
mesin pencari ini untuk mencari informasi.
B. Search Engine Google
Search engine yang sedang naik daun adalah Google.com. saat ini, Google sangat
populer karena kecepatan aksesnya. Selain dipengaruhi oleh modem, akses yang
cepat juga dipengaruhi oleh keandalan mesin pencari.
Search engine Google tidak menyediakan layanan e-mail gratis sepeti halnya
yahoo, dan juga tidak menyediakan fasilitas video. Jadi, penggunaan Google
tidak dapat membuat e-mail dan tidak dapat mengakses video.
Untuk mengaktifkan website Google.com caranya sama dengan mengaktifkan
yahoo.com caranya ketik Google.com pada URL Internet Explorer
C. Search Engine MSN.COM
Sebagai produsen software terbesar saat ini, Microsoft tidak mau ketingalan
dalam bidang internet yang mengeluarkan beberapa produk seperti: ENCARTA dan
MSN. Sebagai produk Microsoft yang memiliki ciri friendly ini, msn.com relatif
mudah digunakan.
Untuk mengaktifkan msn.com maka langkahnya dari Internet Explorer adalah
1. Ketik msn.com pada URL
2. Tekan <Enter>
Tunggu beberapa saat sampai muncul tampilan homepage MSN.

Read more ...

18 Mar 2013

Tutorial dan Makalah HTML

Bab I
Pendahuluan

A.   Latar Belakang
Web merupakan media untuk menanpilkan halaman. Web t
Read more ...

Makalah Interaksi Manusia Dan Komputer

MAKALAH

INTERAKSI MANUSIA & KOMPUTER (IMK)
D A N
Read more ...

Makalah Belajar Komputer dasar



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Tentang Microsoft Word
Microsoft Word merupakan salah satu software yang bekerja di bawah Windows yang suda
Read more ...

Makalah Studi Kelayakan Bisnis

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Penanaman modal dalam suatu usaha atau proyek , baik untuk usaha baru maupun perluasan usaha yang sudah ada, biasanya disesuaikan dengan tujuan usaha. Salah satu tujuan dan pada umumnya merupakan tujuan dari semua usaha ialah mencari keuntungan (profit). Dalam arti seluruh aktivitas perusahaan hanya ditujukan untuk mencari keuntungan semata. Tujuan lainnya adalah bersifat social, artinya jenis usaha ini sengaja didirikan untuk membantu masyarakat dalam penyediaan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Read more ...

28 Des 2011

makalah agama islam tentang akhlak (akidah sebagai dasar pendidikan akhlak)


Created : Drs. Abd. Rohim
School : PAsca STAIN Cirebon
Editor : anakciremai.blogspot.com

AKIDAH SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN AKHLAK

Dasar pendidikan akhlak bagi seorang muslim adalah akidah yang benar terhadap alam dan kehidupan, karena akhlak tersarikan dari akidah dan pancaran dirinya. Oleh karena itu, jika seseorang berakidah dengan benar, niscaya akhlaknya pun akan benar, baik dan lurus. Begitu pula sebaliknya, jika akidah salah dan melenceng maka akhlaknya pun akan tidak benar.
Akidah seseorang akan benar dan lurus jika kepercayaan dan keyakinannya terhadap Allah juga lurus dan benar. Karena barang siapa mengetahui Sang Penciptanya dengan benar, niscaya ia akan dengan mudah berperilaku baik sebagaimana perintah Allah. Sehingga ia tidak mungkin menjauh atau bahkan meninggalkan perilaku-perilaku yang telah ditetapkan-Nya.
Adapun yang dapat menyempurnakan akidah yang benar terhadap Allah adalah berakidah dengan benar terhadap malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada para Rasul dan percaya kepada Rasul-rasul utusan-Nya yang mempunyai sifat jujur dan amanah dalam menyampaikan risalah Tuhan Mereka.
Keyakinan terhadap Allah, Malaikat, Kitab, dan para Rasul-rasul-Nya berserta syariat yang mereka bawa tidak akan dapat mencapai kesempurnaan kecuali jika disertai dengan keyakinan akan adanya hari Ahkir dan kejadian-kejadian yang menggiringnya seperti hari kebangkitan, pengmpulan, perhitungan amal dan pembalasan bagi yang taat serta yang durhak dengan masuk surga atau masuk neraka.
Di samping itu, akidah yang benar kepada Allah harus diikuti pula dengan akidah atau kepercayaan yang benar terhadap kekuatan jahat dan setan. Merekalah yang mendorong manusia untuk durhaka kepada Tuhannya. Mereka menghiasi manusia dengan kebatilan dan syahwat. Merekalah yang merusak hubungan baik yang telah terjalin di antara sesamanya. Demikianlah tugas –tugas setan sesuai dengan yang telah digariskan Allah dalam penciptaannya, agar dia dapat memberikan pahala kepada orang-orang yang tidak mengikuti setan dan menyiksa orang yang menaatinya. Dan semua ini berlaku setelah Allah memerpingatkan umat manusia dan mengancam siapa saja yang mematuhinya setan tersebut.
Pendidikan akhlak yang bersumber dari kaidah yang benar merupakan contoh perilaku yang harus diikuti oleh manusia. Mereka harus mempraktikannya dalam kehidupan mereka, karena hanya inilah yang akan mengantarkan mereka mendapatkan ridha Allah dan akan membawa mereka mendapatkan balasan kebaikan dari Allah.
Ketidakberesan dan adanya keresahan yang selalu menghiasi kehidupan manusia timbul sebagai akibat dari penyelewengan terhadap akhlak –akhlak yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Penyelewengan ini tidak akan mungkin terjadi jika tidak ada kesalahan dalam berakidah, baik kepada Allah. Malikat, rasul, kitab-kitab-Nya maupun hari Akhir.
Untuk menjaga kebenaran pendidikan akhlak dan agar seseorang selalu dijalan Allah yang lurus, yaitu jalan yang sesuai dengan apa yang telah digariskan-Nya, maka akidah harus dijadikan dasar pendidikan akhlak manusia.

DEFINISI AKHLAK

1.Menurut Imam Abu Hamid Al-Gazali
Kata al-khalq ‘Fisik’ dan al-khuluq ‘akhlak’ adalah dua kata yang sering dipakai bersaman. Seperti redaksi bahasa arab ini, fulaan husnu al-khalq wa al-khuluq yang artinya “si fulan baik lahirnya juga batinnya”. Sehingga yang dimaksud dengan kata “al-khalaq” adalah bentuk lahirnya. Sedangkan al-khuluq adalah bentuk batinnya.
Hal ini karena manusia tersusun dari fisik yang dapat dilihat dengan mata kepala, dan dari ruh yang dapat ditangkap dengan batin. Masing-masing dari keduanya memiliki bentuk dan gambaran, ada yang buruk ada pula yang baik. Dan ruh yang ditangkap oleh mata batin itu lebih tinggi nilainya dari fisik yang ditangkap dengan penglihatan mata. Yang dimaksud dengan ruh dan jiwa di sini adalah sama.
Kata al-khuluq merupakan suatu sifat yang terpatri dalam jiwa, yang darinya terlahir perubahan-perubahan dengan mudah tanbpa memikirkan dan merenung terlebih dahulu.
Jika sifat yang tertanam itu darinya terlahir perbuatan-perbuatan baik dan terpuji menurut rasio dan syariat, maka sifat tersebut dinamakan akhlak yang baik. Sedangkan jika yang terlahir adalah perbuatan-perbuatan buruk, maka sifat tersebut dinamakan dengan akhlak yang buruk.
Al-khuluq adalah suatu sifat jiwa dan gambaran batinnya. Dan sebagaimana halnya keindahan bentuk lahir manusia secara mutlak tak dapat terwujud hanya dengan keindahan dua mata, dengan tanpa hidung, mulut dan pipi. Sebaliknya, semua unsur tadi harus indah sehingga terwujudlah keindahan lahir manusia itu. Demikian juga, dalam batin manusia ada empat rukun yang harus terpenuhi seluruhnya sehingga terwujudlah keindahan khuluq “akhlak”. Jika keempat rukun itu terpenuhi, indah dan saling bersesuaian, maka terwujudlah keindahan akhlak itu. Keempat rukun itu antara lain:
1)Kekuatan ilmu
2)Kekuatan marah
3)Kekuatan syahwat
4)Kekuatan mewujudkan keadilan di antara tiga kekuatan tadi

1)Kekuatan Ilmu
Keindahan dan kebaikannya adalah dengan membentuknya hingga menjadi mudah mengetahui perbedaan antara juur dan dusta dalam ucapan, antara kebenaran dan kebatilan dalam beraqidah, dan antara keindahan dan keburukan dalam perbuatan.
Jika kekuatan ini telah baik, maka lahirlah buak hikmah, dan hikmah itu sendiri adalah puncak akhlak yang baik. Seperti difirmankan Allah SWT.,
“…..Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak ….” (Al-Baqarah: 269).
2)Kekuatan marah
Keindahannya adalah jika mengeluarkan marah itu dan penahannya sesuai tuntutan hikmah.
3)Kekuatan syahwat
Keindahan dan kebaikannya adalah jika ia berada di bawah perintah hikmah. Maksudnya perintah akal dan syariat.

4)Kekuatan mewujudkan keadilan di antara tiga kekuatan tadi
Adalah kekuatan dalam mengendalikan syahwat dan kemarahan di bawah perintah akal dan syariat.
Perumpamaan akal adalah seperti seorang pemberi nasihat dan pemberi petunjuk
Kekuatan keadilan adalah kemampuan, dan perumpamaannya adalah seperti pihak yang menjadi pelaksana dan pelaku bagi perintah akal.
Dan kemarahan adalah tempat yang padanya dilaksanakan perintah tadi itu. Perumpamaannya adalah seperti anjing pemburu, yang perlu dilatih, sehingga gerak-geriknya sesuai dengan perintah, bukan sesuai dengan dorongan syahwat dirinya.
Sementara perumpamaan syahwat adalah seperti kuda yang ditunggangi untuk mencari hewan buruan, yang terkadang jinak dan menuruti perintah, dan terkadang pula binal.
Siapa yang dapat mewujudkan kesimbangan unsur-unsur tadi, ia pun menjadi sosok yang berakhlak baiks secara mutlak. Sementara orang yang hanya dapat mewujudkan keseimbangan sebagian unsur itu saja, maka ia menjadi orang yang berakhlak baik jika dilihat pada segi yang baik itu saja, seperti orang yang sebagian wajahnya indah, sementara sebagian lainnya buruk.
Keindahan kekuatan kemarahan dan keseimbangannya digambarkan dengan keberanian
Keindahan kekuatan syahwat dan keseimbangannya digambarkan dengan sifat iffah menjaga kesucian diri
Jika kekuatan marah seseorang cenderung ke arah bertambah maka ia dinamakan dengan tahwwur ‘sembrono’. Sedangkan, jika cenderung melemah dan berkurang maka dinamakan pengecut. Jika kekuatan syahwat cenderung bertambah maka ia dinamakan serakah, sedangkan jika cenderung melemah dan berkurang dinamakan statis.
Yang terpuji adalah sikap seimbang yang merupakan keutamaan, sedangkan dua sikap yang cenderung bertambah dan melemah adalah dua hal yang tercela. Sedangkan keadilan, jika ia terluput maka ia tak mempunyai dua sisi ekstrem, berlebihan atau kurang, tapi ia mempunyai satu lawan dan antonimnya, yaitu kezaliman.
Sementara hikmah, tindakan menguranginya ketika menggunakannya dalam perkara-perkara yang tidak baik dinamakan kebusukan dan kerendahan. Sementara tindakan berlebihan padanya dinamakan kedunguan. Maka sikap pertengahannyalah yang dinamakan dengan hikmah. Dengan demikian, pokok-pokok utama akhlak ada empat, yaitu: Hikmah, keberanian, iffah, menjaga kesucian diri, dan keadilan.
Hikmah adalah kondisi kekuatan kemarahan yang tunduk kepada akal, dalam maju dan mundurnya.
Kesucian diri adalah melatih kekuatan syahwat dengan kendali akal dan syariat.
Keadilan adalah kondisi jiwa dan kekuatannya memimpin kemarahan dan syahwat, dan membimbingnya untuk berjalan sesuai dengan tuntutan hikmah, juga memegang kendalinya dalam melepas dan menahannya, sesuai dengan tuntutan kebaikan. Dari keseimbangan pokok-pokok tersebut, terwujudlah seluruh akhlak yang mulia.


2.Menurut Muhammad bin Ali Asy-Syariif al-Jurjani
Al-Jurjani mendefinisikan akhlak dalam bukunya, at-Ta’rifat sebagai berikut:
“Khlak adalah istilah bagi sesuatu sifat yang tertanam kuat dalam diri, yang darinya terlahir perbuatan-perbuatan dengan mudah dan ringan, tanpa perlu berfikir dan merennung. Jika sifat tersebut terlahir perbuatan-perbuatan yang indah menurut akal dan syariat, dengan mudah, maka sifat tersebut dinamakan dengan akhlak baik. Sedangkan jika darinya terlahir pebuatan-perbuatan buruk, maka sifat tersebut dinamakan akhlak yang buruk”
kemudian Al-Jurjani kembali berkata “Kami katakan akhlak itu sebagai suatu sifat yang tertanam kuat dalam diri, karena orang yang mengeluarkan derma jarang-jarang dan kadang-kadang saja, maka akhlaknya tidak dinamakan sebagai seorang dermawan, selama sifat tersebut tak tertanam kuat dalam dirinya.
Demikian juga orang yang berusaha diam ketika marah, dengan sulit orang yang akhlaknya dermawan, tapi ia tidak mengeluarkan derma. Dan hal itu terjadi kemungkinan karena ia tidak punya uang atau karena ada halangan.
Sementara bisa saja ada orang yang akhlaknya bakhil, tapi ia mengeluarkan derma, karena ada suatu motif tertentu yang mendorongnya atau karena ingin pamer
Dari pemaparan tadi tampak bahwa ketika mendefinisikan akhlak, al-Jurjani tidak berbeda dengan definisi Al-Ghazali. Hal itu menunjukan bahwa kedua orang ini mengambil ilmu dari sumber yang sama, dan keduanya juga tidak melupakan Hadits yang menyifati akhlak yang baik atau indah bahwa akhlak adalah apa yang dinilai oleh akal dan syariat.

3.Menurut Ahmad bin Musthafa (Thasy Kubra Zaadah)
Ia seorang ulama ensiklopedia – mendefinisikan akhlah sebgai berikut; “Akhlak adalah ilmu yang darinya dapat diketahui jenis-jenis keutamaan. Dan keutamaan itu adalah terwujudnya keseimbangan antara tiga kekuatan, yaitu; kekuatan berfikir, kekuatan marah, kekuatan syahwat.
Dan masing-masing kekuatan itu mempunyai posisi pertengahan di antara dua keburukan, yakni sebagai berikut:
Hikmah, merupakan kesempurnaan kekuatan berfikir, dan posisi pertengahan antara dua keburukan, yaitu: kebodohan dan berlaku salah. Yang pertama adalah kurangnya Hikmah, dan yang kedua adalah berlebihan.
Keberanian. Adalah kesempurnaan kekuatan amarah dan posisi pertengahan antara dua keburukan, yaitu kebodohan dan berlaku salah. Yang pertama adalah kurangnya keberanian dan yang kedua adalah berlebihan keberanian.
Iffah adalah kesempurnaan kekuatan sahwat dan posisi pertengahan antara dua keburukan, yaitu kestatisan dan berbuat hina. Yang pertama, adalah kurangnya sifat tersebut, sedangkan yang kedua adalah berlebihnya sifat tersebut.
Ketiga sifat ini, yaitu Hikmah, keberanian dan iffah, masing-masing mempunyai cabang, dan masing-masing cabang tersebut merupakan tersebut merupakan posisi pertengahan anatara dua keburukan. Sedangkan sebaik perkara adalah pertengahnnya. Dan dalam ilmu akhlak disebutkan penjelasan detail tentang hal-hal ini.
Kemudian cara pengobatannya adalah dengan menjaga diri untuk tidak keluar posisi dari posisi pertengahan, dan terus berada di posisi pertengahan itu
Topik ilmu ini adalah insting – insting diri, yang membuatnya berada di posisi petengahan antara sikap mengurangi dan berlebihan
Para ahli Hikmah berkata kepada Iskandar, “Tuan raja, hendaknya anda bersikap pertengahan dalam segala perkara. Karena berlebihan adalah keburukan sedangkan mengurangi adalah kelemahan”
Manfaat ilmu ini adalah agar manusia sedapat mungkin menjadi sosok yang sempurna dalam perbuatan-perbuatannya, sehingga di dunia ia berbahagia dan di akherat menjadi sosok yang terpuji

4.Menurut Muhammad bin Ali al-Faaruqi at-Tahanawi
Ia berkata, “Akhlak adalah keseluruhannya kebiasaan, sifat alami, agama, dan harga diri
Menurut definisi para ulama, akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam diri dengan kuat yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa diawalai berfikir panjang, merenung dan memaksakan diri. Sedangkan sifat-sifat yang tak tertanam kuat dalam diri, seperti kemarahan seorang yang asalnya pemaaf, maka ia bukan akhlak. Demikian juga, sifat kuat yang justru melahirkan perbuatan-perbuatan kejiwaan dengan sulit dan berfikir panjang, seperti orang bakhil. Ia berusaha menjadi dermawan ketika ingin di pandang orang. Jika demikian maka tidaklah dapat dinamakan akhlak.
Segala tindakan mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu seperti Qudrat ‘kemampuan’ berbeda dengan dudrat, yaitu ia tidak wajib ada bersama makhluk ketika ia mengerjakan sesuatu seperti wajibnya hal itu menurut para ulama Asy’ari dalam masalah Qudrat
Kemudian at-Tahanawi berkata,
“Akhlah terbagi atas hal sebagai berikut
Keutamaan, yang merupakan dasar bagi apa yang sempurna
Kehinaan, yang merupakan dasar bagi apa yang kurang
Dan selain keduanya yang menjadi dasar bagi selain kedua hal itu”
Penjelasannya adalah bahwa jiwa yang mampu berbicara, ketika berkaitan enggan fisik dan Pengendalian atas fisik, serta memerlukan tiga kekuatan
Pertama, kekuatan yang mampu memikirkan apa yang dibutuhkan dalam membuat perencanaan dan aturan. Yang dinamakan dengan kekuatan akal, kekuatan berbicara, insting, dan jiwa yang tenang dan dikatakan pula sebagai kekuatan yang menjadi dasar untuk memahami hakikat-hakikat, keinginan untuk memperhatikan akibat-akibat setiap perbuatan, dan membedakan antara yang mendatangkan manfaat dan mengasilkan kerusakan.
Kedua, kekuatan yang mendorong seseorang untuk mendapatkan apa yang memberi manfaat bagi fisiknya dan cocok dengannya, seprti makanan, minuman dan lainnya, dan hal itu dinamakan dengan kekuatan syahwat, unsur hewani dan nafsu amarah
Ketiga, kekuatan yang dapat menghindari seseorang dari sesuatu yang dapat merusak dan membuat pedih tubuhnya, dan hal itu dikatakan pula sebagai dasar untuk maju dalam keadaan sulit, dan pendorong untuk berkuasa dan meningkatkan derajat diri. Kekuatan ini dinamakan dengan kekuatan amarah dan ganas, serta nafsu lawwanah.
Kemudian ia berkata bahwa dari keseimbangan kondisi kekuatan instingtif lahirlah Hikmah, Hikmah itu adalah suatu keadaan kekuatan akal praktis yang berada pada posisi pertengahan antara berfikir terlalu mengkhayal kondisi berlebih dari kekuatan ini, yaitu ketika seseorang menggunakan kekuatan pemikiran untuk memikirkan apa yang tak seharusnya dipikirkan, seperti perkara-perkara yang mustasyaabihat ‘samat’ dan bentuk yang tak seharusnya sperti menyalahi syariat. Dan antara kebodohan dan kedunguan yang merupakan kondisi kekurangan Hikmah, yaitu ketika seseorang mematikan kekuatan berfikirnya secara sengaja. Dan berhenti dari mendapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat.
Keseimbangan kekuatan syahwat melahirkan sifat iffah menjaga kesucian diri iffah itu sendiri adalah kekuatan syahwat yang moderat antara bertindak berlebihan dan melanggar etika sifat kurangnya berarti jatuh dalam terus mengikuti dorongan merasakan kelezatan apa yang ia senangi, dengan kesatisan sifat lebihnya iffah yang merupakan kondisi vakum dari usaha mendapatkan kelezatan sesuai dengan kadara yang diperbolehkan akal dan syariat. Dalam sifat iffah tersebut nafsu syahwat tunduk terhadap kekuatan Pikiran
Kesimbangan kekuatan marah melahirkan keberanian. Keberanian itu adalah suatu kondisi kekuatan marah, yang bersifat moderat antara tindakan sembrono yang merupakan kondisi berani yang berlebihan yaitu maju untuk melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan dengan sifat pengecut, sikap khawatir atas apa yang tak seharusnya dikhawatirkan, dan ia adalah kondisi kurang berani.
Dalam kekuatan keberanian ini, sifat buas menjadi tunduk kepada kekuatan berfikir, sehingga maju dan mundurnya kekuatan ini sesuai dengan pertimbangan pemikiran, tanpa mengalami kebingungan ketika menghadapi masalah-masalah besar, dan karena itu perbuatannya menjadi indah dan kesabarannya menjadi terpuji.
Jika keutamaan yang tiga itu bercampur, maka terjadilah dari percampuran itu kondisi yang sama, yaitu keadilan. Karena hal ini, maka keadilan digambarakan sebagai sikap tengah atau moderat, dan itulah yang dimaksud dengan Sabda Rasulullah sawa ini
“Paling baik perkara adalah yang pertengahan”
Kemudian at-Tahanawi meneruskan perkataannya, dan ia pun berbicara tentang akhlah yang agung, ia berkata bahwa akhlak agung bagi para shalihin adalah berpaling daru dua semesta, dan menghadap hanya kepada Allah semata secara total.
Al-Wasithi berkata bahwa akhlak yang agung adalah tidak memusuhi dan tidak dimusuhi
Athaa berkata bahwa akhlak yang agung adalah melepaskan pilihan dan penolakannya atas segala kesulitan dan cobaan yang diturunkan Allah SWT.
Akhlak yang agung bagi Nabi SAW adalah yang disinyalir dalam firman Allah SWT
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar-benar berbudi pekerti yang agung” (al-Qalam:4) dans sesuai yang dikatakan oleh Aisyah r.a bahwa akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur'an, yang bertindak sesuai dengan Al-Qur'an dan telah tertanam kuat dalam diri, sehingga beliau menjalaninya tanpa kesulitan.


5.Kesimpulan
Para ulama Islam yang menulis tentang akhlak itu menjelaskan bahkan menkankan pa yang diperhatikan oleh para penulis barat, yaitu bahwa akhlak yang baik adalah apa yang dinilai baik oleh akal dan syariat. Sedangkan akal saja tak cukup untuk menilai baik dan buruknya suatu perbuatan. Oleh karena itu, Allah mengutus para Rasul dan menurunkan pertimbangan (Kitab Suci) bersama mereka yang memperlakukan manusia dengan penuh keadilan
Demikianlah, ukuran akhlak yang baik jika sesuai dengan syariat Allah. Berhak mendapatkan ridha-Nya dan dalam memegang akhlak yang baik ini sambil memperhatikan pribadi, keluarga, dan masyarakat, sehingga di dalamnya terdapat kebaikan dunia dan akherat
Sub judul ini berbicara tentang segi etimologi pendidikan akhlak, maka kami masih perlu penjelasan dimensi-dimensi maknawi bagi pendidikan bagi pendidikan akhlak ini. 
Read more ...

Makalah Rekayasa Perangkat Lunak

klik my Facebook here

REKAYASA PERANGKAT LUNAK
(SOFTWARE ENGINEERING)

 I.      PENDAHULUAN
Rekayasa perangkat lunak telah berkembang sejak pertama kali diciptakan pada tahun 1940-an hingga kini. Focus utama pengembangannya adalah untuk mengembangkan praktek dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas para praktisi pengembang perangkat luank dan kualitas aplikasi yang dapat digunakan oleh pemakai.

I.1 Sejarah Software Engineering
Istilah software engineering digunakan pertama kali pada akhir 1950-an dan awal 1960-an. Saat itu, masih terdapat perdebatan tajam mengenai aspek engineering dari pengembangan perangkat lunak. Pada tahun 1968 dan 1969, komite sains NATO mensponsori dua konferensi tentang rekayasa perangkat lunak, yang memberikan dampak kuat terhadap pengembangan rekayasa perangkat lunak. Banyak yang menganggap dua konferensi inilah yang menandai awal resmi profesi rekayasa perangkat lunak.
Pada tahun 1960-an hingga 1980-an, banyak masalah yang ditemukan para praktisi pengembangan perangkat lunak. Banyak project yang gagal, hingga masa ini disebut sebagai krisis perangkat lunak. Kasus kegagalan pengembangan perangkat lunak terjadi mulai dari project yang melebihi anggaran, hingga kasus yang mengakibatkan kerusakan fisik dan kematian. Salah satu kasus yang terkenal antara lain meledaknya roket Ariane akibat kegagalan perangkat lunak. Selama bertahun-tahun, para peneliti memfokuskan usahanya untuk menemukan teknik jitu untuk memecahkan masalah krisis perangkat lunak. Berbagai teknik, metode, alat, proses diciptakan dan diklaim sebagai senjata pamungkas untuk memecahkan kasus ini. Mulai dari pemrograman terstruktur, pemrograman berorientasi objek, perangkat pembantu pengembangan perangkat lunak (CASE tools), berbagai standar, UML hingga metode formal diagung-agungkan sebagai senjaat pamungkas untuk menghasilkan software yang benar, sesuai anggaran dan tepat waktu. Pada tahun 1987, Fred Brooks menulis artikel No Silver Bullet, yang berproposisi bahwa tidak ada satu teknologi atau praktek yang sanggup mencapai 10 kali lipat perbaikan dalam produktivitas pengembanan perngkat lunak dalam tempo 10 tahun.
Sebagian berpendapat, no silver bullet berarti profesi rekayasa perangkat lunak dianggap telah gagal. Namun sebagian yang lain justru beranggapan, hal ini menandakan bahwa bidang profesi rekayasa perangkat lunak telah cukup matang, karena dalam bidang profesi lainnya pun, tidak ada teknik pamungkas yang dapat digunakan dalam berbagai kondisi.

I.2 Pengertian Dasar
Istilah Reakayasa Perangkat Lunak (RPL) secara umum disepakati sebagai terjemahan dari istilah Software engineering. Istilah Software Engineering mulai dipopulerkan pada tahun 1968 pada software engineering Conference yang diselenggarakan oleh NATO. Sebagian orang mengartikan RPL hanya sebatas pada bagaimana membuat program komputer. Padahal ada perbedaan yang mendasar antara perangkat lunak (software) dan program komputer.
Perangkat lunak adalah seluruh perintah yang digunakan untuk memproses informasi. Perangkat lunak dapat berupa program atau prosedur. Program adalah kumpulan perintah yang dimengerti oleh komputer sedangkan prosedur adalah perintah yang dibutuhkan oleh pengguna dalam memproses informasi (O’Brien, 1999).
Pengertian RPL sendiri adalah suatu disiplin ilmu yang membahas semua aspek produksi perangkat lunak, mulai dari tahap awal yaitu analisa kebutuhan pengguna, menentukan spesifikasi dari kebutuhan pengguna, disain, pengkodean, pengujian sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan. Dari pengertian ini jelaslah bahwa RPL tidak hanya berhubungan dengan cara pembuatan program komputer. Pernyataan ”semua aspek produksi” pada pengertian di atas, mempunyai arti semua hal yang berhubungan dengan proses produksi seperti manajemen proyek, penentuan personil, anggaran biaya, metode, jadwal, kualitas sampai dengan pelatihan pengguna merupakan bagian dari RPL.
II.      TUJUAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Secara lebih khusus kita dapat menyatakan tujuan RPL adalah:
  1. memperoleh biaya produksi perangkat lunak yang rendah
  2. menghasilkan pereangkat lunak yang kinerjanya tinggi, andal dan tepat waktu
  3. menghasilkan perangkat lunak yang dapat bekerja pada berbagai jenis platform
  4. menghasilkan perangkat lunak yang biaya perawatannya rendah
 III.      RUANG LINGKUP
-         software Requirements berhubungan dengan spesifikasi kebutuhan dan persyaratan perangkat lunak
-         software desain mencakup proses penampilan arsitektur, komponen, antar muka, dan karakteristik lain dari perangkat lunak
-         software construction berhubungan dengan detail pengembangan perangkat lunak, termasuk algoritma, pengkodean, pengujian dan pencarian kesalahan
-         software testing meliputi pengujian pada keseluruhan perilaku perangkat lunak
-         software maintenance mencakup upaya-upaya perawatan ketika perangkat lunak telah dioperasikan
-         software configuration management berhubungan dengan usaha perubahan konfigurasi perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tertentu
-         software engineering management berkaitan dengan pengelolaan dan pengukuran RPL, termasuk perencanaan proyek perangkat lunak
-         software engineering tools and methods mencakup kajian teoritis tentang alat bantu dan metode RPL
-         software engineering process berhubungan dengan definisi, implementasi pengukuran, pengelolaan, perubahan dan perbaikan proses RPL
-         software quality menitik beratkan pada kualitas dan daur hidup perangkat lunak

IV.      REKAYASA PERANGKAT LUNAK DAN DISIPLIN ILMU LAIN
Cakupan ruang lingkup yang cukup luas, membuat RPL sangat terkait dengan disiplin dengan bidang ilmu lain. tidak saja sub bidang dalam disiplin ilmu komputer namun dengan beberapa disiplin ilmu lain diluar ilmu komputer.


-         bidang ilmu manajemen meliputi akuntansi, finansial, pemasaran, manajemen operasi, ekonomi, analisis kuantitatif, manajemen sumber daya manusia, kebijakan, dan strategi bisnis
-         bidang ilmu matematika meliputi aljabar linier, kalkulus, peluang, statistik, analisis numerik, dan matematika diskrit
-         bidang ilmu manajemen proyek meliputi semua hal yang berkaitan dengan proyek, seperti ruang lingkup proyek, anggaran, tenaga kerja, kualitas, manajemen resiko dan keandalan, perbaikan kualitas, dan metode-metode kuantitatif
-         bidang ilmu ergonomika menyangkut hubungan ( interaksi) antar manusia dengan komponen-komponen lain dalam sistem komputer
-         bidang ilmu rekayasa sistem meliputi teori sistem, analisis biaya-keuntungan, pemodelan, simulasi, proses, dan operasi bisnis

V.      PERKEMBANGAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Meskipun baru dicetuskan pada tahun 1968, namun RPL telah memiliki sejarah yang cukup yang panjang. Dari sisi disiplin ilmu, RPL masih reklatif muda dan akan terus berkembang.
Arah perkembangan yang saat ini sedang dikembangkan antara lain meliputi :

Tahun
Kejadian
1940an
Komputer pertama yang membolehkan pengguna menulis kode program langsung
1950an
Generasi awal interpreter dan bahasa macro Generasi pertama compiler
1960an
Generasi kedua compiler Komputer mainframe mulai dikomersialkan Pengembangan perangkat lunak pesanan
Konsep Software Engineering mulai digunakan
1970an
Perangkat pengembang perangkat lunak Perangkat minicomputer komersial
1980an
Perangkat Komputer Personal (PC) komersial Peningkatan permintaan perangkat lunak
1990an
Pemrograman berorientasi obyek (OOP) Agile Process dan Extreme Programming Peningkatan drastis kapasitas memori Peningkatan penggunaan internet
2000an
Platform interpreter modern (Java, .Net, PHP, dll) Outsourcing



VI.      METODE REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Pada rekayasa perangkat lunak, banyak model yang telah dikembangkan untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak. Model-model ini pada umumnya mengacu pada model proses pengembangan sistem yang disebut System Development Life Cycle (SDLC)
  • Kebutuhan terhadap definisi masalah yang jelas.  Input utama dari setiap model pengembangan perangkat lunak adalah pendefinisian masalah yang jelas.  Semakin jelas akan semakin baik karena akan memudahkan dalam penyelesaian masalah.  Oleh karena itu pemahaman masalah seperti dijelaskan pada Bab 1, merupakan bagian penting dari model pengembangan perangkat lunak.
  • Tahapan-tahapan pengembangan yang teratur.  Meskipun model-model pengembangan perangkat lunak memiliki pola yang berbeda-beda, biasanya model-model tersebut mengikuti pola umum  analysis – design – coding – testing - maintenance
  • Stakeholder berperan sangat penting dalam keseluruhan tahapan pengembangan.  Stakeholder dalam rekayasa perangkat lunak dapat berupa pengguna, pemilik, pengembang, pemrogram dan orang-orang yang terlibat dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
  • Dokumentasi merupakan bagian penting dari pengembangan perangkat lunak.  Masing-masing tahapan dalam model biasanya menghasilkan sejumlah tulisan, diagram, gambar atau bentuk-bentuk lain yang harus didokumentasi dan merupakan bagian tak terpisahkan dari perangkat lunak yang dihasilkan.
  • Keluaran dari proses pengembangan perangkat lunak harus bernilai ekonomis.  Nilai dari sebuah perangkat lunak sebenarnya agak susah di-rupiah-kan.  Namun efek dari penggunaan perangkat lunak yang telah dikembangkan haruslah memberi nilai tambah bagi organisasi. Hal ini dapat berupa penurunan biaya operasi,  efisiensi penggunaan sumberdaya, peningkatan keuntungan organisasi, peningkatan “image” organisasi dan lain-lain.

VII.      TAHAPAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Meskipun dalam pendekatan berbeda-beda, namun model-model pendekatan memiliki kesamaan, yaitu menggunaka pola tahapan analysis – design – coding(construction) – testing – maintenance.

1.      Analisis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi komponen-komponennya dengan tujuan mempelajari seberapa bagus komponen-komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan mereka.
Analisis mungkin adalah bagian terpenting dari proses rekayasa perangkat lunak.  Karena semua proses lanjutan akan sangat bergantung pada baik tidaknya hasil analisis. Ada satu bagian penting yang biasanya dilakukan dalam tahapan analisis yaitu pemodelan proses bisnis.

2.      Model proses adalah model yang memfokuskan pada seluruh proses di dalam sistem  yang mentransformasikan data menjadi informasi (Harris, 2003).  Model proses juga menunjukkan aliran data yang masuk dan keluar pada suatu proses.  Biasanya model ini digambarkan dalam bentuk Diagram Arus Data (Data Flow Diagram / DFD).  DFD meyajikan gambaran apa yang manusia, proses dan prosedur lakukan untuk mentransformasi data menjadi informasi.

3.      Disain perangkat lunak  adalah tugas, tahapan atau aktivitas yang difokuskan pada spesifikasi detil dari solusi berbasis computer (Whitten et al, 2004).
Disain perangkat lunak sering juga disebut sebagai physical design.  Jika tahapan analisis sistem menekankan pada masalah bisnis (business rule), maka sebaliknya disain perangkat lunak fokus pada sisi teknis dan implementasi sebuah perangkat lunak (Whitten et al, 2004).
Output utama dari tahapan disain  perangkat lunak adalah spesifikasi disain.  Spesifikasi ini meliputi spesifikasi disain umum yang akan disampaikan kepada stakeholder sistem dan spesifikasi disain rinci yang akan digunakan pada tahap implementasi.  Spesifikasi disain umum hanya berisi gambaran umum agar stakeholder sistem mengerti akan seperti apa perangkat lunak yang akan dibangun.  Biasanya diagram USD tentang perangkat lunak yang baru merupakan point penting dibagian ini.   Spesifikasi disain rinci atau kadang disebut disain arsitektur rinci perangkat lunak diperlukan untuk merancang sistem sehingga memiliki konstruksi yang baik, proses pengolahan data yang tepat dan akurat, bernilai, memiliki aspek user friendly dan memiliki dasar-dasar untuk pengembangan selanjutnya.
Desain arsitektur ini terdiri dari desain database, desain proses, desain user interface  yang mencakup desain  input,  output form dan report, desain hardware, software dan jaringan.  Desain proses merupakan kelanjutan dari pemodelan proses yang dilakukan pada tahapan analisis.

4.      Konstruksi adalah tahapan menerjemahkan hasil disain logis dan fisik ke dalam kode-kode program komputer.

5.      Pengujian sistem melibatkan semua  kelompok pengguna yang telah direncanakan pada tahap sebelumnya. Pengujian tingkat penerimaan terhadap perangkat lunak akan berakhir ketika dirasa semua kelompok pengguna menyatakan bisa menerima perangkat  lunak tersebut berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

6.      Perawatan dan Konfigurasi. Ketika sebuah perangkat lunak telah dianggap layak untuk dijalankan, maka tahapan baru menjadi muncul yaitu perawatan perangkat lunak.  Ada beberapa tipe perawatan yang biasa dikenal dalam dunia perangkat lunak seperti
  • Tipe perawatan  corrective dilakukan jika terjadi kesalahan atau biasa dikenal sebagai bugs.  Perawatan  bisa dilakukan dengan memperbaiki kode program, menambah bagian  yang dirasa perlu atau malah menghilangkan bagian-bagian tertentu.  
  • Tipe perawatan  routine biasa juga disebut preventive maintenance dilakukan secara rutin untuk melihat kinerja perangkat lunak ada atau tidak ada kesalahan. 
  • Tipe perawatan  sistem upgrade dilakukan jika ada perubahan dari komponen-komponen yang terlibat  dalam perangkat lunak tersebut. Sebagai contoh perubahan platform sistem operasi dari versi lama ke versi baru menyebabkan perangkat lunak harus diupgrade.

DAFTAR PUSTAKA

IEEE Xplore - Software Engineering, IEEE Transactions on.
http://ieeexplore.ieee.org/xpl/RecentIssue.jsp?punumber=32. Diakses pada tanggal 25 Mei 2009 jam 23.05 WIB

Mulyanto, Aunur R. 2008. Rekayasa Perangkat Lunak Jilid 1 untuk SMK. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta

Pengertian Software Engineering.
http://www.total.or.id/info.php?kk=Software%20Engineering. Diakses pada tanggal 25 Mei 2009 jam 22.50 WIB

Wikipedia, the free encyclopedia - Software engineering .
http://en.wikipedia.org/wiki/Software_engineering. Diakses pada tanggal 25 Mei 2009 jam 23.00 WIB

Read more ...

5 Mei 2011

Makalah Bahasa Inggris


INTRODUCTION

A. Background
English subjects are core subjects studied by all levels of education in Indonesia, formalor informal ranging from elementary school (SD) to High Peguruan. This course is set as a subject that is absolutely required to learn, because at the age of globalization today is the english language lesson subjects are used in various disciplines. Expected in the future, with a knowledge of English language students can compete in all areas.
Given the important role of English, then English teaching in schools is only fittingbecoming a great attention by the school. So far most of the opinions expressed by thedisciples, that the English subjects are subjects that are difficult and even frightening for them, not infrequently the students / pupils who truant are not entered in this lesson. On the other hand sometimes just being passive when students learn English, in the sense of sitting, silently and without knowing what is being studied.
This situation can not be left alone, if you want to enable young people to compete in the current era of globalization, especially in the future. Since there is no such dipelajaranability. Therefore worth exploring the cause of students have barriers to learning English subjects. With the hope that students are more excited and enthusiastic in learningEnglish. This is what should be considered and addressed by the school as well aspolicy makers.

B. Objectives and Benefits
Writing this paper aims to identify barriers to students in learning English.
This paper is expected to be useful in providing contributions to minimize barriers tostudents in learning English and improving learning achievement.

C. Problem Formulation
In order for us problems hadapai it can easily be identified, then these problems need to be formulated. The formulation of the problem is, as follows:
1. What causes the pupils experiencing barriers to learning English?
2. How do I overcome the obstacles the students to learn English?

literature review 

A. Understanding Learning 
Definition of learning according to Fontana is a process of change in a relatively fixed in individual behavior as a result of pengalamam. 
The definition focuses on three things.Namely: 
 That the study should allow for individual behavior change
ü 
 That change must be the fruit of experience
ü 
 That changes occur on the behavior of individuals who mayü 
Learning in the sense of a general nature is the search for knowledge and new experiences in order to overcome the problems in his life. Included in this sense is seeking to gain new skills and proficiency. According to Cronbach cited by Sumadi Suryabrata, saying that learning is a change in behavior sebgai results (because of) experience. 
According to Harold Spears, he declared to learn is to observe, read, imitate, try, listen and follow directions (learning is to Observe, to read, to imitate, to try something themselves, to listen, to follow direction). 
While Mc.Geoh say that learning is a change in appearance as a result (effect) of practice (run something of activities / events). 
Of the few opinions can be drawn on the main points of understanding that: 
1) Learning will bring (cause of) changes in the behavior of either actual or potential 
2) By studying a person will get a new skill 
3) Changes in behavior and new skills were acquired through a business, so the analysis Suryabrata Sumadi. 

B. Barriers In Learning.
The learning process experienced by students are not always smooth as expected.Sometimes they have difficulties or obstacles that may interfere with the smooth however small study. Barriers can be grouped as follows:
a. Constraints Arising from The Student Own Self.
These barriers can be:
1) Biological, are barriers that are physical:
- Defects of the body, a body kekurangsempurnaan like a broken leg, broken arms, legs shrink (polio), lack of hearing or deaf, blind, can interfere with the smooth learning.Furthermore, can lead to frustration and low self-esteem, which obviously greatly affect students' learning activities.
- Health, a healthy person is free from disease. Unhealthy body can lead to tire quickly, easily sleepy, less passionate in studying the effect of which interfere with the smoothness of the study.
2) Psychological is a character of psychological barriers such as:
- Intelligence. Students who have low intelligence learning progress will be hampered.
- Talent. Is the ability to learn new look when someone is learning. Talent is very influential in students who study and in one particular field.
- Interests. Is one factor that will determine the success of learning. Students who are not interested in studying a particular field will be hard to achieve good performance.
- Attention. It is the liveliness of spirit shown in a particular object.


b. Barriers arising from outside the student.
1. Such constraints come from the family.
- The attitude of parents who indifferent, indulgent attitude, too protective, a lot of help, too much pressure on children with strict discipline may hinder the learning progress.
- The family's economic situation also plays a role in supporting the success of learning.
- Relationships that do not match among family members.
2. School.
- The state building classrooms that are not representative is a place that will determine success or failure of a lesson.
- When school is not suitable for learning.
- Teaching and learning methods that do not fit determine the effectiveness of learning.
- The homework is too much.
- The lack of school infrastructure facilities also can hamper students' progress.
3. Surrounding environment.
- Associate's poor.
- The negative effect of mass media.
- Activities that too many organizations.
C. Learning Principles
Learning principles put forward by Rothwall (1961) as follows:
1. The principle of individual readiness is the condition that allows him to learn. Which includes klesiapan here is maturity and physical growth, intelligence backgroundexperience, the results of standardized learning, motivation, perception and otherfactors that allow a buffer learning.
2. The principle that is the condition of the student motivation to initiate activities,mengatuar direction that activity, and maintain sincerity.
3. The principle of perception that is the interpretation of the situation alive. Eachindividual sees the world in its own way different from other yng.
4. The principle objectives of the specific objectives to be achieved by someone.
5. The principle of individual differences
6. The principle of the transfer and retention. Whatever is learned in one situation will eventually be used in other situations, the process is known as the transfer process.Person's ability to reuse learning outcomes is called retention.
7. The principle of cognitive learning include the associations between elements,concept formation, discovery and problem solving skills which in turn formed a newattitude.
8. The principle of effective learning which includes the value of emotions,encouragement, interests and attitudes.
9. Psychomotor learning principle which determines how a person capable of controllingthe activity ragawinya.
10. The principle of evaluation that is bagaimanamenguji progress in achieving its objectives.
Read more ...

Terima kasih atas kunjungan Anda

Saya Bukan blogger sukses dan bukan ahli SEO.
Saya sedang meneliti dan mencoba berbagi tips, trik, dan cara tentang seo dan blog dan yang berhubungan dengan hal tersebut.
Jika ada kesalahan informasi dalam konten, mohon sampaikan agar secepatnya saya perbaiki.
Beberapa artikel mengenai makalah, laporan, pascal merupakan curhatan dari tugas kuliah saya dahulu.
Copyright 2014, Rezkyjoe. Designed By Seo Blogger Templates